Kamis, 27 Juli 2023

Hadiah Ulang Tahun Ferdi

Hari menjelang siang. Cuaca di luar mulai terasa panas. Namun, tidak demikian dengan Masjid Darussalam. Masjid yang oleh civitas academica dinobatkan sebagai masjid kampus itu terasa sejuk karena pendingin udara ada di setiap sudut. Berdiri dengan hembusan angin yang semilir.

Di masjid itu ratusan mahasiswa memenuhi ruang utama. Hari itu ada pembekalan kepemimpinan untuk calon pengurus senat mahasiswa. Mereka adalah orang-orang yang dipilih oleh mahasiswa untuk menjaga kelangsungan kegiatan kampus selama satu tahun ke depan. Mahasiswa putra duduk di sisi kanan, sedangkan yang putri di sisi kiri. Di antara keduanya ada pembatas setinggi kira-kira satu meter.

Sabtu, 08 Juli 2023

Luka Plumpang Masih Menganga

 

Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta malam itu sangat ramai. Penumpang yang baru turun dari pesawat bergegas menuju pintu keluar beradu dengan para penjemput tamu dan kru taksi atau travel. Sebagian menuju mesin antrean untuk mendapatkan taksi. Dari menit ke menit jumlah pengantre makin menumpuk.

Lima belas menit aku duduk di kursi tunggu. Akhirnya, sebuah taksi warna biru datang. Petugas menyebutkan nomor antrean. Tepat giliranku.

Kamis, 06 Juli 2023

Jalankan Fungsi Pajak, Ekonomi Stabil

 Dimuat di sindonews.com dengan tautan: https://nasional.sindonews.com/read/1124659/18/jalankan-fungsi-pajak-ekonomi-stabil-1686571601

Bank Indonesia (BI) pada awal Mei 2023 merilis laporan perekonomian yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah perlambatan ekonomi global. Hal ini sebagaimana data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2023 sebesar 5,03%, sedikit meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,01%.

Sementara, IMF melalui World Economic Outlook pada April 2023 memprakirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2023 sebesar 2,9%. Situasi geopolitik seperti perang Rusia-Ukraina yang belum tahu kapan berakhir menjadi penyebab perlambatan ekonomi dunia di samping kondisi yang belum sepenuhnya pulih pascapandemi Covid-19.

Palung di Tepi Samudera (Bagian 2)

 

Sakit ibunda Arya Waskita makin parah. Pada waktu yang telah ditentukan, ajal menjemput ibunda. Ia menghembuskan nafasnya yang terakhir. Arya Waskita sangat bersedih. Penduduk sekitar mendengar kabar duka itu. Mereka datang dan mengurusi jenazah ibunda Arya Waskita.

 Kabar meninggalnya ibunda Arya Waskita sampai ke telinga Sang Ratu. Ia mengucapkan turut berdukacita. Melalui Adipati Suryo Trenggono, ia menitipkan pesan dukacita dan mempersilakan Arya Waskita untuk istirahat sementara waktu sembari menyelesaikan semua keperluan dalam rangka memakamkan ibundanya.

Palung di Tepi Samudera (Bagian 1)

 

Tanah Kerajaan Dharma Pertiwi diapit oleh samudera di sisi barat dan pegunungan di sisi timur. Sang Maha Welas Asih begitu sayang kepada hamba-Nya. Dijadikan negeri Dharma Pertiwi subur dan makmur. Panas dan hujan silih berganti. Air yang mengalir ke sungai mencukupi apa yang menjadi kebutuhan rakyat Dharma Pertiwi. Tak ada banjir, tak ada longsor, tak ada gempa bumi.

 Kerajaan Dharma Pertiwi dipimpin seorang wanita bergelar Sang Ratu. Ia adalah ratu pertama yang memimpin kerajaan sejak ayahandanya wafat sepuluh tahun lalu. Karena tak ada pewaris tahta laki-laki, seluruh punggawa kerajaan sepakat mengangkat Sang Ratu sebagai pemimpin. Sejatinya ia sudah bersuami. Namun, karena sang suami bukan dari kalangan bangsawan, Sang Ratulah yang menjadi nakhoda Kerajaan Dharma Pertiwi.

Kamis, 08 Juni 2023

Indahnya Ramadan di Kampung Kami

Entah apa yang merasuki tubuh Warso. Bocah bertubuh tambun berkulit hitam itu susah payah menahan kantuk yang menyerangnya dengan sangat ganas. Katup mulutnya berulang kali terbuka. Ia duduk menyandar. Tak sadar lagi kalau peci lusuh yang dikenakannya sudah miring dan nyaris terlepas.

Kuliah shubuh di Masjid Al Munawar baru saja dimulai. Kali ini yang mengisi kajian adalah Kyai Suryo. Sebetulnya, materi yang disampaikan Kyai Suryo sangat menarik. Tentang kewajiban anak terhadap orang tua. Agar mudah dipahami, beberapa kisah dituturkan sang kyai sebagai media menyampaikan nasihat.

Sabtu, 29 April 2023

Perempuan di Teras Masjid

Ini adalah malam ke-27 Ramadan. Malam yang banyak dinanti para tetua di Kompleks Sriwijaya Makmur. Biasanya, peserta iktikaf lebih banyak daripada malam sebelumnya. Meskipun terjadi perbedaan pendapat mengenai awal Ramadan, penghuni kompleks sepakat bahwa malam ke-27 jatuh pada malam ini.

Bagi anak-anak, iktikaf di masjid selalu menyenangkan. Bukan untuk tadarus Al-Qur’an atau shalat malam, tapi ajang bertemu dan bermain. Mereka berlarian kian kemari. Berkejaran satu sama lain. Ada yang asyik mengotak-atik rubik atau memainkan games di gawai. Kalau bosan di masjid, mereka berpindah arena bermain di luar masjid. Alhasil, jalanan sekitar jadi ramai. Bahkan hingga ke beberapa gang di luar masjid. 

Karpet ‘Baru’ untuk Mushallaku

 

Alunan adzan Zulfikar terdengar sangat merdu. Suaranya lantang dibantu oleh pengeras suara mushalla. Anak berusia 12 tahun itu belajar adzan dari kakaknya, Munawir, yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Cikura, Bojong. Namun sayang, speaker toa yang sudah sember karena usia itu menyebabkan suara sang muadzin seperti habis makan gorengan. Serak dan sulit dikendalikan.

“Suarane sapa sih kae, kayong apik nemen,” Yu Saprah berujar kepada Suci, adiknya, yang duduk di depannya. Ia sedang asyik mencari kutu di rambut Suci.

Selasa, 11 April 2023

Pajak Penghasilan Tak Adil, Benarkah?

 Dimuat di harian Padang Ekspres edisi 14 Januari 2023

John Adam Smith, seorang ilmuwan berkebangsaan Skotlandia (1723-1790) dalam bukunya An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (lebih dikenal dengan Wealth of Nations) mengemukakan teori tentang prinsip-prinsip pemungutan pajak yang kemudian dikenal dengan four maxims



 

Amankah Penerimaan Pajak di 2023?

 Artikel ini telah diterbitkan di halaman SINDOnews.com pada Selasa, 27 Desember 2022 - 20:48 WIB oleh Abdul Hofir dengan judul "Amankah Penerimaan Pajak di 2023? | Halaman Lengkap". Untuk selengkapnya kunjungi:
https://nasional.sindonews.com/read/980795/18/amankah-penerimaan-pajak-di-2023-1672146763?showpage=all

Tidak lama lagi tahun 2022 akan berakhir. Tahun yang memberikan harapan akan bangkitnya perekonomian. Ditandai dengan beberapa gejala antara lain penurunan Covid-19. Presiden AS pada September 2022 bahkan berani mengatakan bahwa pandemi Covid-19 telah berakhir. Presiden Jokowi juga memberikan sinyal bahwa pandemi Covid-19 akan berakhir tahun ini.

Pajak di Eropa, Amerika Serikat, dan di Mata Seniman

 Dimuat di situs pajak.go.id edisi 29 Desember 2022

Tautan: https://pajak.go.id/id/artikel/pajak-di-eropa-amerika-serikat-dan-di-mata-seniman


Seorang seniman Jawa ternama pada akhir September 2022 di harian Jawa Pos menulis sebuah kalimat, “Malas bayar pajak belum tentu pelit. Banyak temenku yang suka banget membantu sesama namun tidak ikhlas kalau membayar pajak. Mungkin kalau ngasih-ngasih jelas penggunaannya bagi yang dikasih. Pajak?” 

Langkah Pasti Kebangkitan Ekonomi

 Dimuat di situs pajak.go.id edisi 20 Juni 2022

Tautan: https://pajak.go.id/id/artikel/langkah-pasti-kebangkitan-ekonomi


Penurunan kasus Covid-19 berdampak pada peningkatan konsumsi dan aktivitas usaha masyarakat di berbagai sektor. PPKM darurat di beberapa wilayah pada Juli dan Agustus 2021 praktis menghentikan aktivitas ekonomi selama setengah triwulan III 2021. Beruntung, ekonomi pada triwulan IV 2021 tumbuh 1,09 persen dibanding triwulan III 2021. Padahal pada tahun-tahun sebelumnya pertumbuhan di triwulan IV mengalami pertumbuhan negatif. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2015-2019 rata-rata minus 1,7 persen.

Bacaan Qur'an Nenek

 

Sarah membiarkan nenek membaca Al-Qur’an. Anak berusia tujuh tahun itu tahu ada beberapa kesalahan dalam bacaan Qur’an nenek. Namun, ia tak lekas membetulkan kesalahan itu. Takut mengganggu, apalagi jika membuat nenek tersinggung. Paling tidak, biarkan nenek bersemangat dengan hobi barunya: membaca Al-Qur’an di setiap selesai shalat lima waktu.

Perempuan di Teras Masjid

 

Ini adalah malam ke-27 Ramadan. Malam yang banyak dinanti para tetua di Kompleks Sriwijaya Makmur. Biasanya, peserta iktikaf lebih banyak daripada malam sebelumnya. Meskipun terjadi perbedaan pendapat mengenai awal Ramadan, penghuni kompleks sepakat bahwa malam ke-27 jatuh pada malam ini.

Rabu, 28 September 2022

Wedangan Pendhopo yang Aduhai

 

Kota Solo. Apa yang terbayang ketika berbicara tentang kota ini? Baju batik, wanita yang lemah gemulai koyo macan luwe, atau kuliner tradisional yang enak dengan harga murah? Ya, gambaran itu tak ada yang salah sama sekali.

Mus Mulyadi pernah memopulerkan lagu berjudul Kota Solo. Liriknya seperti ini: Kota Solo kota tempat kesenian asli, tarian indah murni irama yang mengiringi, banyak pesiaran sejak purba hingga kini, para agung serta pendeta sungguh maha sakti. Indah, bukan?

Selasa, 13 September 2022

Ayah Tak Sakit Lagi

Bonggan menatap layar komputer yang menyajikan grafik penjualan. Tangan kirinya memainkan bolpoin. Berputar-putar, tombol atasnya ditekan lalu dilepas lagi. Tangan kanannya memutar tetikus, menyoroti beberapa kalimat presentasi yang menurutnya perlu diperbaiki.

Di sebelah kanan papan ketik, sepiring makanan selat belum dihabiskan. Tinggal tersisa sepotong kentang, selada, dan buncis. Bonggan masih berkonsentrasi pada pekerjaannya. Ia bahkan tak peduli pada tatapan Mas Tumben yang dari tadi memperhatikannya.

Hujan Enggan untuk Berhenti

 Hujan enggan untuk berhenti. Tetesan airnya satu per satu menembus pori-pori bumi lalu meresap ke dalam tanah. Ketika pori-pori itu rapat karena tumpukan debu yang sudah basah, air dibiarkan mengalir menuju dataran yang lebih rendah. Aliran itu lama-kelamaan mengenai bibir sungai, bermigrasi ke tengah, dan meluap. Sungai menjadi keruh karena bercampur dengan lumpur yang terbawa arus.

Pak Kasno membiarkan potongan kayu yang ia jemur di depan rumah basah oleh hujan. Kayu-kayu itu adalah patahan ranting yang jatuh dari pepohonan di sekitar hutan di Bukit Sitanjung. Setiap hari Pak Kasno mencari patahan ranting dari satu tempat ke tempat lainnya untuk dikumpulkan lalu dijual ke pasar. 

Kisah Sepotong Tempe

Bonggan melahap hidangan yang menurutnya istimewa siang itu: sayur asam, tempe goreng, ikan asin, dan sambal terasi. Sayur dan sambal dicampur dan diaduk-aduk sehingga membuat warna nasi menjadi kemerahan. Bagi Bonggan, warna itu membuatnya bersemangat.

Suapan nasi dan sayur asam ke mulutnya menimbulkan bunyi slruuup yang khas. Seperti seruputan teh panas. Bunyi itu terdengar di penjuru ruang tengah tempat penghuni rumah makan siang. 

Mushallaku yang Malang

Dug! Dug! Cek! Bunyi pengeras suara mushalla mengusik keramaian. Wardi yang menyalakannya. Seperti biasa. Sesaat lagi waktu maghrib tiba. Ia yang bertanggung jawab melantunkan adzan.

Shalawat tarhim menjadi awalan sebelum adzan dikumandangkan. Sebuah rekaman dinyalakan. Suaranya sangat merdu dan syahdu. Ash shalatu wassalamu ‘alaik, ya Imamal Mujahidin. Ya Rasulallah…!

Kamis, 18 Agustus 2022

Monolog Arloji Tua

Tempo itu kau bergelantungan
pada jarum arloji yang sudah lusuh
dan berkarat

Pelan bergerak sejauh yang ia bisa

Kau mengira ia  menjauh ke lorong waktu,
masa depan bangsa
yang entah kapan akan diraih