Jam
hampir menunjuk pukul delapan malam. Sebagian besar jamaah shalat sudah
meninggalkan mushalla. Wirid dan doa sudah dilantunkan. Kyai Anwar masih duduk
khusyuk di mihrab imam. Ia meneruskan wirid ma’tsurat
hingga usai.
Kumpulan tulisan pribadi saya, Abdul Hofir. Meliputi cerpen, puisi, artikel media, dan catatan kecil perjalanan. Jika Anda ingin mengutip atau menyalin tulisan, harap sertakan sumber kutipan/salinan dengan mencantumkan nama Abdul Hofir dan/atau www.cakilabdulhofir.com.Selamat menikmati.
Jam
hampir menunjuk pukul delapan malam. Sebagian besar jamaah shalat sudah
meninggalkan mushalla. Wirid dan doa sudah dilantunkan. Kyai Anwar masih duduk
khusyuk di mihrab imam. Ia meneruskan wirid ma’tsurat
hingga usai.
Gawaiku berbunyi bersamaan dengan getarnya yang khas. Aku lihat sebuah nama tertera di layar: Ibu. Ini pasti sesuatu yang penting. Atau setidaknya bagi aku. Dalam hal apapun, aku selalu mengupayakan untuk mengangkat telepon jika itu dari ibu. Jika pun karena sesuatu hal telepon tidak bisa aku angkat seketika, pada saat-saat berikutnya aku mengupayakan untuk menelpon balik ibu.