Senin, 17 Mei 2021

Merem

Jam hampir menunjuk pukul delapan malam. Sebagian besar jamaah shalat sudah meninggalkan mushalla. Wirid dan doa sudah dilantunkan. Kyai Anwar masih duduk khusyuk di mihrab imam. Ia meneruskan wirid ma’tsurat hingga usai.

Tunggu Aku, Ibu

Gawaiku berbunyi bersamaan dengan getarnya yang khas. Aku lihat sebuah nama tertera di layar: Ibu. Ini pasti sesuatu yang penting. Atau setidaknya bagi aku. Dalam hal apapun, aku selalu mengupayakan untuk mengangkat telepon jika itu dari ibu. Jika pun karena sesuatu hal telepon tidak bisa aku angkat seketika, pada saat-saat berikutnya aku mengupayakan untuk menelpon balik ibu.

Minggu, 02 Mei 2021

Tepekur

Bumi menyambut pagi
Di pelataran Al Haram yang diberkahi
Kaki-kaki mungil berdiri
Menjejak langkah kian kemari
Paruhnya mengais rezeki
Yang tak pernah berhenti